Ikut Kajian Kitab di Tempat KKN, Humas Kelompok 8: Suasana Desa Tampak Hidup

Suasana kajian kitab Subulus Salam di Dusun Roy-Toroy Desa Dulang, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang - Jawa Timur, Sabtu (22/12/2018) malam. Foto: MH.

SAMPANG - Mahasiswa STAIM Sampang semester VIII yang melaksanakan tugas KKN di Desa Dulang, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang mengikuti acara sosial keagamaan di rumah salah satu warga, Sabtu (22/12/2018) malam. Acara yang dikemas dengan kajian kitab tafsir Al Qur'an,  syarah kitab Bulughul Marom dan Al Hikam itu berlangsung khidmat.

Kepala desa setempat H. Ainol Yaqin menuturkan kegiatan kajian kitab tersebut sudah berlangsung lama sebelum dirinya menjabat sebagai Kades Dulang. Kajian kitab itu terlaksana setiap satu bulan sekali, tepatnya setiap tanggal 15 kalender Hijriah.

"Kajian kitab ini sebenarnya sudah menjadi kegiatan sosial keagamaan di desa kami sejak abah saya menjabat Kades disini," tutur H. Ainol Yaqin kepada mahasiswa KKN kelompok 8.

H. Inol menjelaskan, untuk kajian kitab tersebut ditempatkan di rumah warga yang tergabung dalam jam'iyyah kajian itu secara bergantian. Untuk anggotanya, terdiri dari warga Desa Dulang yang tersebar di empat Dusun yakni; Dusun Roy-Toroy, Dusun Pal-Pal, Dusun Dulang dan Dusun Sreseh.

Video: Pembacaan kitab oleh KH. Mahsus yang merupakan salah satu Ulama Khos Desa Dulang. MH.

Sementara yang memimpin kajian tersebut merupakan ulama khos Desa Dulang, KH. Mahsus. Disamping itu juga ada Ustadz Maqbul, Ustadz Alimuddin dan tokoh masyarakat lainnya yang terlibat dalam mempertahankan tradisi yang memiliki nilai ajaran Islam itu.

Adapun Humas KKN Kelompok 8 Muhlis mengatakan tradisi semacam kajian kitab itu merupakan hal yang positif dan patut dipertahankan serta diperjuangkan. Sebab lanjutnya, dengan adanya kegiatan semacam kegiatan kajian kitab tersebut suasana desa tampak hidup.

Tak lupa, Muhlis juga bersyukur karena dirinya dan rekan mahasiswa yang lain dilibatkan dalam kegiatan masyarakat. Dia mengaku, rekan mahasiswa dari kelompok 8 hanya laki-lakinya saja. Sementara perempuannya standby di Posko 08 karena undangannya hanya untuk laki-laki.

"Alhamdulillah kami bisa hadiri undangan kajian kitab oleh warga. Tapi hanya laki-laki saja. Sementara untuk perempuannya nanti akan ikut Muslimatan pada malam Selasa, insya Alllah," ujarnya. (MH)

Posting Komentar

Komentar yang sopan

Lebih baru Lebih lama