Doa Neno Warisman Disoal, Gus Muwafiq: Akting Boleh Tapi Jangan Berlebihan

KH. Ahmad Muwafiq atau lebih dikenal Gus Muwafiq

Dakwahinformasi - Berawal dari puisi doa yang dibacakan mantan artis era 80-an Neno Warisman dalam acara Munajat 212 yang berlangsung di kawasan Monas, Jakarta, Kamis (21/2/2019).

"Kalau sampai engkau tidak menangkan, kami khawatir Ya Alloh, kami khawatir ya Alloh tak ada lagi yang menyembahmu," ucap mantan artis yang disebut-sebut sebagai ustadzah itu.

Doa itu mendapat tanggapan serius dari Gus Muwafiq. Dikatakannya, doa Neno Warisman yang sempat jadi artis itu menyakitkan hati bangsa Indonesia.

Menurut Gus Muwafiq, siapa yang dimaksud Neno itu? Jika yang dimaksud adalah pasangan Caprew-Cawapres maka tentu sangat bertolak belakang. Sebab kedua calon yang ikut berlaga dalam Pemilu 2019 ini sama-sama muslim.

"Pak Jokowi muslim, pak Prabowo muslim, wakilnya pak Jokowi Kyai Ma'ruf Amin, wakilnya pak Prabowo santri milenial. Kenapa kau sebut kalau salah satu kalah, tidak memenangkan dirimu tidak ada lagi yang menyembah Allah? Ini doa apa?," jelas Gus Muwafiq.

Dinilainya, doa itu tidak logis. Sebab yang ikut berkontestasi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) sama-sama orang Islam.

"Kalau aku kalah dalam Pilpres bendunganku tidak jadi, nah itu masuk akal," tuturnya.

"Akting boleh, tapi jangan berlebihan," tambahnya.

Ini saya sampaikan, kata Gus Muwafiq, kita sama-sama beragama, sama-sama berbangsa, sama-sama bernegara kita lindungi bangsa ini belajarlah pada bangsa-bangsa yang lain.

Sementara Calon Wakil Presiden nomer urut 01, KH. Ma'ruf Amin, menilai ucapan Neno berlebihan.

"Pertama, kok pilpres kok jadi kayak perang badar. Perang badar itu kan perang habis-habisan. Hidup mati. Kita kan hanya memilih pemimpin," kata Ma'ruf di Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (23/2/2019).

Kyai Ma'ruf menambahkan, Neno kurang tepat membuat pernyataan demikian. Seolah-olah, katanya, dia dan Jokowi adalah orang kafir.

"Masa Pak Jokowi dengan saya dianggap orang kafir. Itu sudah tidak tepat. Menyayangkanlah. Kita kan Pilres bukan perang badar," kata Kyai Ma'ruf. (Dai)

Posting Komentar

Komentar yang sopan

Lebih baru Lebih lama